SMA Negeri 1 Payung Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Dusun Serdang

SIMPANG RIMBA, 12 Oktober 2026 — Keluarga besar SMA Negeri 1 Payung menyalurkan bantuan logistik dan uang tunai bagi warga terdampak musibah kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Senin (12/10/2026).

Kebakaran hebat yang melanda pemukiman warga tersebut diduga berawal dari kobar api di kawasan hutan sekitar. Tiupan angin kencang menyebabkan api menyebar dengan cepat hingga menghanguskan ratusan rumah warga pada Sabtu (10/10/2026) sore.

Merespons musibah tersebut, Kepala SMAN 1 Payung bersama dewan guru dan perwakilan organisasi siswa antara lain OSIS, Pramuka dan Mata Biru turun langsung ke lokasi pengungsian untuk menyerahkan bantuan sekaligus meninjau kondisi para korban. Bantuan yang disalurkan meliputi uang tunai, bahan pokok (sembako), pakaian layak pakai, serta kebutuhan dasar harian.

Penanganan Bersama dan Sinergi Lintas Sektor

Musibah ini turut mendapat perhatian dari Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, yang meninjau langsung lokasi kejadian. Pihaknya menginstruksikan Dinas Sosial dan PMD serta BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mempercepat penanganan pascakebakaran dan pemenuhan kebutuhan mendasar para pengungsi.

Sinergi penanganan juga melibatkan personil TNI, Polri, relawan, serta tim medis yang bersiaga memberikan pelayanan kesehatan bagi para korban.

Tak sekadar menyalurkan logistik, perwakilan anggota Pramuka SMAN 1 Payung bahkan mendirikan posko menginap di lokasi. Mereka terlibat aktif membantu memilah dan mendistribusikan barang bantuan, hingga membantu pengelolaan dapur umum.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Payung, Bapak Satriya Widagdo,S.Pd, menjelaskan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan implementasi nyata pembentukan karakter peserta didik.

“Berbagi dengan sesama adalah bagian dari komitmen kami sebagai sekolah berbasis karakter. Mungkin terlihat sederhana, tetapi aksi nyata ini menjadi landasan penting dalam membina empati siswa,” ujar Bapak Satriya.

Ia menambahkan, kehadiran jajaran sekolah diharapkan dapat memberikan dukungan moril bagi para korban. “Mereka tidak sendirian, ada kita semua. Kami berharap warga terdampak bisa segera bangkit karena ini bukan akhir dari segalanya,” tegasnya.

Ungkapan Rasa Haru dan Harapan Warga

Salah seorang Siswa SMAN 1 Payung terdampak musibah kebakaran ini ialah Ensu siswa kelas XII 3 membagikan kisahnya saat berhasil menyelamatkan diri bersama keluarga. Meski selamat, musibah tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi adiknya yang masih kecil.

“Alhamdulillah, kami sekeluarga selamat. Namun, adik saya yang paling kecil mengalami sedikit trauma setelah melihat langsung rumah kami terbakar. Saat ini kami saling menguatkan,” cerita Ensu.

Ensu menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan dan kehadiran keluarga besar SMAN 1 Payung di tengah masa sulit masyarakat Dusun Serdang.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Semoga kampung halaman kami segera pulih, dan musibah ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” tutur Ensu.

Aksi tanggap bencana yang ditunjukkan keluarga besar SMAN 1 Payung ini diharapkan dapat memupuk nilai gotong royong dan kepedulian sosial peserta didik dalam kehidupan bermasyarakat. – (Jihan Talita Ulfah)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *